Pengembangan Model Evaluasi Program Pembelajaran IPS di SMP
Ditulis oleh Dr. S. Eko Putro Widoyoko, M.Pd.   
Rabu, 14 Januari 2009 17:35
Download selengkapnya di sini - download
 
           One of the weakness evaluate for social studies instructional program in the junior secondary school during the time is that evaluate activity is only based on  assessment result of the result students learning. Instructional activity that goes on previously less get the attention in evaluate activity. So also assessment result of social studies learning also still limited to assessment of the academic skills, haven’t reached the assessment of the personal skills and social skills, becoming target of social studies. To get more complete information about efficacy social studies instructional program required by an evaluation model that have more comprehensive evaluation. Based on various studies of the program evaluation theory and previous research, the evaluation model developed is Evaluation of Quality and Output of Social Studies instruction (shortened to EKOP model). This evaluation model is a combination of Kirkpatrick’s evaluation model and the CIPP model (Contex, Input, Process, Product) from Stufflebeam.
           Based on the result of the data analysis, it can be concluded that: a) the Social Studies instructional program evaluation, of the EKOP model is a good evaluation model. It is based on the result of the assessment by experts, users and  practitioners of Social Studies instruction; b) the measurement model of Social Studies instruction quality matches the field data; c) the measurement model of Social Studies instruction output matches the field data; d) the result of the assessment by experts, users, and practitioners of Social Studies instruction indicates that the evaluation guide is quite good as a reference in the implementation of the EKOP evaluation model. Based on the various findings hence the EKOP evaluation model can be used as an alternative for the school principals to evaluate Social Studies instructional program in junior secondary schools.

Key words :  evaluation model, instructional quality, academic skill, personal skill,  social skill.

Latar Belakang Masalah

           Salah satu tujuan evaluasi program adalah menghasilkan informasi yang dapat dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan, penyusunan kebijakan, maupun penyusunan program berikutnya. Agar informasi dapat berfungsi secara maksimal, maka informasi yang dihasilkan dari evaluasi program harus komprehensif, valid dan reliable serta tepat waktu (timely) dalam penyampaian.
           Evaluasi dalam bidang pendidikan ditinjau dari sasarannya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu evaluasi yang bersifat makro dan yang mikro. Evaluasi yang bersifat makro sasarannya adalah program pendidikan pada umumnya, yaitu program yang direncanakan untuk memperbaiki bidang pendidikan.  Evaluasi mikro sering digunakan di tingkat kelas. Jadi sasaran evaluasi mikro adalah program pembelajaran di kelas (Djemari Mardapi. 2000: 2). Guru mempunyai tanggung jawab untuk menyusun dan melaksanakan program pembelajaran di kelas, sedangkan pimpinan sekolah mempunyai tanggung jawab untuk mengevaluasi program pembelajaran yang telah disusun dan dilaksanakan oleh guru.
           Berdasarkan survey awal yang dilakukan penulis pada tahun 2007 di SMPN 5 dan SMPN 8 kota Yogyakarta, SMP Muhammadiyah Gamping Sleman dan SMP Muhammadiyah Purworejo dengan responden yang terdiri dari: 6 orang guru IPS, 3 orang kepala sekolah, dan 2 orang wakil kepala sekolah menunjukkan bahwa keberhasilan program pembelajaran IPS selama hanya didasarkan hasil penilaian hasil belajar siswa, sedangkan evaluasi terhadap kualitas pembelajaran IPS kurang mendapat perhatian. Penilaian hasil belajar IPS siswa lebih terfokus pada aspek kecakapan akademik, kurang memperhatikan kecakapan personal maupun kecakapan sosial. Walaupun hasil survey tersebut belum reprentatif mewakili keseluruhan SMP yang ada di Indonesia, namun, dua temuan tersebut menunjukkan adanya  kelemahan evaluasi program pembelajaran IPS yang berjalan selama ini.
           Berdasarkan latar belakang di atas diperlukan pengembangan sebuah model evaluasi program pembelajaran IPS di SMP yang lebih komprehensif dan mampu memberikan informasi secara lebih tepat bagi guru IPS dan pimpinan sekolah serta bermanfaat optimal untuk meningkatkan program pembelajaran IPS selanjutnya. Istilah informasi yang tepat meliputi: tepat dari segi cakupan, isi informasi, serta tepat dari segi waktu penyampaian informasi tentang program pembelajaran yang sedang maupun telah berjalan. Istilah komprehensif mempunyai makna bahwa cakupan evaluasi tidak hanya pada aspek output saja tetapi mencakup aspek kualitas pembelajaran, output pembelajaran tidak hanya terbatas pada  kecakapan akademik (academic skill) tetapi juga mencakup kecakapan personal (personal skill) dan kecakapan sosial (social skill).
 
Download selengkapnya di sini - download
 
Puskom Universitas Muhammadiyah Purworejo