Analisis Pengaruh Kinerja Guru Terhadap Motivasi Belajar Siswa
Ditulis oleh Dr. S. Eko Putro Widoyoko, M.Pd.   
Kamis, 04 Juni 2009 13:25
Download selengkapnya di sini - download
 
          This study attempted to reveal: a) the performance of Social Studies teachers at SMP Muhammadiyah Purworejo, b) SMP Muhammadiyah Purworejo students’ learning motivation, and c) contribution size of teachers’ performance to SMP Muhammadiyah Purworejo students’ learning motivation.
          Research population is all the students of SMP Muhammadiyah Purworejo. Sampling using random cluster sampling. The data collecting using closed list quesionare. Data respondent is students. The validity testing of instruments using construct validity. The reliability testing of instruments is done with internal consistency testing with Cronbach Alpha technique. The data analysis technique includes descriptive and inferensial analysis. The inferensial analysis using partial correlation and regression. All the analysis using SPSS program for Windows.
          Based on the descriptive analysis results can be known that the performance of Social Studies teachers at SMP Muhammadiyah Purworejo generally in the good category (61.5%). While the SMP Muhammadiyah Purworejo students’ learning motivation of Social Studies generally in the high category (48.5%). Based on the results of regression analysis found determinan coefficients (R2) = 0.353. Test results of F obtaining the value of F = 13.508 (sig = 0.000 <0.05). Because the significance is smaller than 0.05, means that the influence of these are very significant. Based on the calculation above can be concluded that the performance of teachers in the classroom significantly affect the learning motivation of students at SMP Muhammadiyah Purworejo. The amount of the variable of teachers’ performance contributions to students’ learning motivation as much as 33.3%. Thus the research hypothesis which states that: "The performance of teachers in the classroom has a positive and significant effect on students’ learning motivation" can be accepted.

Key words : teachers performance, learning motivation, social studies

Pendahuluan
 
          Pada dasarnya terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan pendidikan, antara lain: guru, siswa, sarana dan prasarana, lingkungan pendidikan, kurikulum. Dari beberapa faktor tersebut, guru dalam kegiatan proses pembelajaran di sekolah menempati kedudukan yang sangat penting dan tanpa mengabaikan faktor penunjang yang lain, guru sebagi subyek pendidikan sangat menentukan keberhasilan pendidikan itu sendiri.  Studi yang dilakukan Heyneman & Loxley pada tahun 1983 di 29 negara menemukan bahwa di antara berbagai masukan (input) yang menentukan mutu pendidikan (yang ditunjukkan oleh prestasi belajar siswa) sepertiganya ditentukan oleh guru. Peranan guru makin penting lagi di tengah keterbatasan sarana dan prasarana sebagaimana dialami oleh negara-negara sedang berkembang. Lengkapnya hasil studi itu adalah : di 16 negara sedang berkembang, guru memberi kontribusi terhadap prestasi belajar sebesar 34%, sedangkan manajemen 22%, waktu belajar 18% dan sarana fisik 26%.   Di 13 negara industri, kontribusi guru adalah 36%, manajemen 23%, waktu belajar 22% dan sarana fisik 19% (Dedi Supriadi, 1999: 178). Hasil penelitian yang dilakukan oleh Nana Sudjana (2002: 42) menunjukkan bahwa 76,6% hasil belajar siswa dipengaruhi oleh kinerja guru, dengan rincian: kemampuan guru mengajar memberikan sumbangan 32,43%, penguasaan materi pelajaran memberikan sumbangan 32,38% dan sikap guru terhadap mata pelajaran memberikan sumbangan 8,60%.
          Harus diakui bahwa guru merupakan faktor utama dalam proses pendidikan. Meskipun fasilitas pendidikannya lengkap dan canggih, namun bila tidak ditunjang oleh keberadaan guru yang berkualitas, maka mustahil akan menimbulkan proses belajar dan pembelajaran yang maksimal (Neni Utami. 2003: 1). Guru sebagai pelaksana pendidikan nasional merupakan faktor kunci.
          Peningkatan prestasi belajar siswa akan dipengaruhi oleh kualitas proses pembelajaran di kelas. Oleh karena itu untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, proses pembelajaran di kelas harus berlangsung dengan baik, berdaya guna dan berhasil guna. Proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik apabila didukung oleh guru yang mempunyai kompetensi dan kinerja  yang tinggi, karena  guru merupakan ujung tombak dan pelaksana terdepan pendidikan anak-anak di sekolah (Depdikbud, 1991/1992), dan sebagai pengembang kurikulum. Guru yang mempunyai kinerja yang baik akan mampu menumbuhkan semangat dan motivasi belajar siswa yang lebih baik, yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran.
Motivasi belajar siswa dapat dibedakan menjadi dua, yaitu motivasi intern (internal motivation) dan motivasi ekstern (external motivation). Motivasi intern muncul karena adanya faktor dari dalam, yaitu karena adanya kebutuhan, sedangkan motivasi ektern muncul karena adanya faktor dari luar, terutama dari lingkungan. Dalam kegiatan pembelajaran faktor eksternal yang mampu mempengaruhi motivasi belajar siswa adalah kinerja guru.
 
Download selengkapnya di sini - download
 
Puskom Universitas Muhammadiyah Purworejo